Klik nomor untuk langsung menghubungi kami
Hubungi kami,klik disini
Terminal LNG - Infrastruktur Jaringan dan Distribusi Gas
Terminal LNG - Infrastruktur Jaringan dan Distribusi Gas
    Terminal LNG - Infrastruktur Jaringan dan Distribusi Gas

    Gas alam sebagai alternatif sumber energi bersih yang ramah lingkungan serta cadangannya yang masih melimpah. Sampai saat ini gas alam yang berasal di Indonesia diolah menjadi produk LNG (liquefied natural gas) dan juga LPG (Liquefied petroleum gas). Dua produk tersebut merupakan bahan bakar utama untuk perindustrian dan juga rumah tangga, selain itu juga sebagai bahan baku untuk industri petrokimia.

     

    Penggunaan gas alam di Indonesia sebagai energi alternatif terus meningkat dari tahun ke tahun, Namun faktanya tidak semua daerah mempunyai sumber gas alam yang banyak sehingga beberapa daerah tersebut tidak mendapatkan suplai gas alam yang mencukupi. Dengan adanya Rencana Pemerintah untuk membangun Mega Kawasan Ekonomi “Segi Tiga Rebana” di Jawa Barat, dengan simpul Pelabuhan Laut di Kabupaten Cirebon, Pelabuhan Internasional Patimban di Kabupaten Subang, serta Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka, tentu akan mendorong semakin besarnya kebutuhan pasokan energi gas di wilayah Jawa Barat di masa yang akan datang. Saat ini upaya peningkatan pemanfaatan bahan bakar gas sebagai alternatif energi bersih masih terkendala pada terbatasnya infrastruktur yang dapat mengalirkan gas alam dari sumbernya yang jauh ke konsumen yang ada di Jawa Barat.

    ABOUT US

    PT Jabar Infra Gas (JIG) adalah perusahaan inisiator pembangunan Terminal LNG demi menjawab kebutuhan pasokan gas alam di jawa Barat,  Terminal LNG JIG akan dibangun dengan kapasitas penyimpanan hingga 500.000 Meter Kubik dan kapasitas Regasifikasi sampai dengan 400 juta kaki kubik per hari. Rencana pembangunan Terminal LNG di daerah Indramayu Jawa Barat ini diharapkan akan menjadi penopang sektor energi untuk percepatan pertumbuhan ekonomi khususnya di Jawa Barat. LNG yang dikirim lewat laut menggunakan LNG Tanker baik dari pasar domestik maupun dari pasar internasional nantinya akan dialirkan ke terminal penerima dan disimpan dalam Tanki penyimpanan. LNG pada dasarnya tidak bisa langsung digunakan seperti LPG, perlu proses regasifikasi. Untuk itu dari tanki penyimpanan LNG kemudian dialirkan baik melalui pipa maupun Truk Isotank kepada konsumen akhir.

    Berdasarkan kajian proyeksi kebutuhan gas alam di jawa barat saat ini mencapai 384 mmscfd (juta kaki kubik per hari) yang terdir dari 80 mmscfd kebutuhan pembangkit listrik PT Subang Reyya Energasindo, 16 mmscfd untuk Kawasan industri Patimban Subang, 7,5 mmscfd untuk kebutuhan Kabupaten Purwakarta, 58,5 mmscfd untuk kebutuhan wilayah Metropolitan Bandung hingga ke Majalengka, 40 mmscfd untuk Kabupaten Karawang, 149 mmscfd untuk memasok kebutuhan gas di Kawasan industri Pupuk Kujang Cikampek, 9 mmscfd untuk Kabupaten Bekasi, dan 24 mmscfd untuk memasok kebutuhan gas di Kabupaten Bogor.

    Kehadiran Terminal LNG di Jawa Barat serta pemanfaatannya akan menghemat subsidi Pemerintah untuk sektor Industri pupuk dalam periode 4 tahun sebesar US$ 484,41 Juta. Begitupun  secara signifikan akan meningkatkan efsiensi di sektor industri lainnya.

    Terminal LNG PT Jabar Infra Gas, semua kebaikan energi ramah lingkungan dari gas alam serta pasokan yang terjamin diharapkan bisa dinikmati oleh seluruh warga Jawa Barat dari mulai sektor Industri, Kelistrikan, Komersial, Transportasi hingga Rumah Tangga.

    Produk
    Gallery
    News
    Lihat selengkapnya
    Video
    Lihat selengkapnya
    ©2020 Jabar Infra Gas All right reserved   Developed by javwebnet